Perjalanan

Menikmati Senja di Surabaya North Quay

Hello, travelers!

 

Pernah ngga sih kalian kepengen nongkrong di pelabuhan sambil menikmati pemandangan laut? Nongkrong yang ngga biasa gitu 😀 Nah, setelah perjalanan gratis saya ke House of Sampoerna, saya memutuskan menikmati senja di Surabaya North Quay.

Dari House of Sampoerna, saya kembali ke arah Tugu Pahlawan lalu menuju Tanjung Perak. Saya penasaran dengan salah satu tempat hits di Surabaya ini yang konon katanya bagus banget untuk menikmati senja dan melihat kapal bersandar. Untuk detailnya, Surabaya North Quay berlokasi di Terminal Gapura Surya Nusantara Lt.3 Pelabuhan Tanjung Perak Jl. Perak Timur. Saat pre-launching di tanggal 27-29 Februari 2 tahun lalu, pengunjung Surabaya North Quay membludak karena animo masyarakat Surabaya yang tinggi. Sebabnya, jarang tempat wisata yang menawarkan pemandangan pelabuhan dan laut di kota metropolitan yang satu ini.

Petunjuk “Surabaya North Quay” memang tidak terlalu terlihat karena petunjuk itu tepat berada di dalam gedung dermaga. Jadi, saya sempat nyasar mau ke tempat kapal penumpang haha. Setelah diberitahu oleh ibu-ibu penjual soto, saya akhirnya menemukan gerbang yang tepat menuju Surabaya North Quay. Bayarnya Rp 5.000 aja kok untuk motor. Untuk mobil Rp 7.500. Oh iya for your information, Surabaya North Quay kalau hari Senin tutup ya. Dan dibuka dari pukul 11.00-21.00.

Setelah parkir motor di dalam, barulah kita jalan kaki menuju sebuah gedung kecil bertuliskan Surabaya North Quay. Dan di lantai 1 itu banyak banget guys penumpang-penumpang yang lagi tiduran dan selonjoran di lantai. Entah mereka sedang menunggu kapal atau sedang bermalam. Saya tiba disana sekitar pukul 4 sore. Saya bertanya kepada mbak-mbak dimana letak Surabaya North Quay. Dan si mbak menjawab ada di lantai 3. Akhirnya saya pun menaiki tangga eskalator.

Suasana lantai 2 ini sepi banget. 180 derajat dengan keadaan di lantai 1. Disana ada sebuah eskalator lagi untuk menuju lantai 3. Tapi ada sebuah loket kecil di depannya. Kami pun dilayani oleh bapak-bapak yang mengatakan harga tiket Surabaya North Quay sebesar Rp 10.000. Tiket seharga tersebut bisa ditukar dengan makanan atau minuman di lantai 3, jadi itu semacam voucher juga. Sebelum saya menaiki tangga eskalator, si bapak memberikan stamp di tangan saya.

Suasana lantai 2 menuju SNQ di lantai 3
Tangga eskalator menuju lantai 3 SNQ

Hal pertama yang saya lihat di lantai 3 adalah gerai makanan! Banyak sekali UKM kecil yang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Harga yang ditawarkan juga beragam guys, mulai dari 15k sampai 50k. Ada siomay, pempek, batagor, segala macam nasi goreng dan juga nasi penyetan. Snack semacam kentang goreng atau tahu crispy juga ada. Thai tea dll juga tersedia apalagi segala macem jus buah. Nah, bayarnya itu kita ngga bisa langsung di gerai makanannya. Kita cukup bilang kepada penjual, mau pesan makan atau minum apa. Nantinya, kita akan diberikan nota putih dan itu yang akan kita bawa ke kasirnya. Jadi kasirnya ada 2 dan terletak di bagian tengah ruangan. Semua transaksi pembayaran harus dilakukan disana. Jadi, ngga boleh langsung ke penjualnya. Setelah kita membayar, nota putih akan diganti dengan struk pembayaran dan pemesanan kita tadi. Baru deh kita tukarkan ke penjualnya. Jangan khawatir, kamu tidak harus berdiri menunggu makanan yang kamu pesan sampai selesai. Tinggal duduk aja, nanti penjualnya akan datang menghampirimu. Jangan lupa struknya dikasihkan ke penjual ya!

Pempek kapal selam 20k
Stamp SNQ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah saya menikmati pempek kapal selam 20k saya (lumayan enak guys!), saya menikmati angin sepoi-sepoi di luar. Nah di luar inilah, kita bisa melihat pemandangan pelabuhan dan banyak kapal yang sedang bersandar. Di luar juga terdapat banyak patio yang ada payung diatasnya ditengah-tengah meja itu, guys. Sayangnya, saat saya kesana sedang tidak ada jadwal kapal pesiar datang. Salah satu atraksi wisata di Surabaya North Quay itu ya melihat kapal pesiarnya itu guys. Coba cek disini untuk jadwal kapal pesiar yang datang di Surabaya North Quay 2018 ya.

Surabaya North Quay in a nutshell

Jadi sebenernya milik siapa sih Surabaya North Quay? Surabaya North Quay merupakan bagian dari Pelabuhan Tanjung Perak dimana merupakan pelabuhan tersibuk kedua setelah Tanjung Priuk. Dan Pelabuhan Tanjung Perak dikelola oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (PELINDO) III. Alasan Direktor Pelindo III, bapak Djarwo Surjanto, membuka Surabaya North Quay sebagai tempat wisata adalah pemandangan dermaga yang sangat indah dimanana masyarakat bisa melihat aktivitas kapal yang lalu lalang yang tidak bisa dilihat hanya dari pinggir jalan.

Surabaya juga bisa dibilang memiliki tempat wisata yang sangat sedikit sementara masyarakat urbannya membutuhkan tempat untuk melepas penat dan berlibur bersama teman dan keluarga. Itulah juga alasan kenapa Surabaya North Quay dibuka. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya atas tempat wisata, tempat ini juga memberikan kesempatan kepada UKM dibawah binaan PELINDO III seperti UKM Kampung Lawas Maspati dan UKM Putat Jaya (bekas lokalisasi Dolly). Disini, mereka bisa terus berdagang menawarkan apa yang mereka punya untuk menghidupi keluarga.

Overall, meskipun saya tidak dapat melihat kapal pesiar dan malah melihat kapal penumpang, saya udah seneng banget menikmati senja di Surabaya North Quay. Angin yang terus semilir, langit yang indah, dan rentetan mobil mengantri memasuki kapal penumpang untuk menyeberang Selat Madura. Saat itu pengunjung tidak terlalu ramai. Namun saat hari sudah mulai gelap, barulah tempat ini menjadi ramai. Kalau kesini, jangan lupa foto di depan tulisan Surabaya North Quay ya!

 

Total pengeluaran
Tiket masuk pelabuhan (motor): Rp 5.000
Tiket masuk Surabaya North Quay: Rp 10.000
Le Minerale: Rp 5.000
Pempek kapal selam: Rp 5.000 (aslinya Rp 20.000 tapi dipotong Rp 10.000 dari tiket masuk Surabaya North Quay)
Total: Rp 25.000

 

Originally written by Ms. Dhian Zhafarina C. Asmoro

Hai! Saya Dhian yang hobi menulis, membaca, memasak, mengajar, dan bepergian. Saya bekerja sebagai guru bahasa Inggris setelah lulus dari Universitas Brawijaya dengan mengambil jurusan Sastra Inggris.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *